Kamis, 16 April 2015
Rabu, 08 April 2015
PPOB BRI
Peluang Usaha
Loket Pembayaran Online Kiosk PPOB Bank BRI
PPOB (Payment Point Online Bank) BRI
adalah layanan pembayaran tagihan secara online BANK BRI melalui
KIOS/LOKET KEMITRAAN yang dikelola oleh PT. DWIMITRA RAYA SEJATI
(PT. DRS)
Mengapa
harus PPOB BRI ?
| Bank
Terbesar Dukungan jaringan perbankan skala nasionalterbesar yaitu bank BRI dengan kantor unit BRI Online yang tersebar disetiap kecamatan memudahkan mitra Kiosk PPOB BRI untuk melakukan penyetoran tanpa dikenakan biaya setor |
|
| Dukungan Teknis
,Transaksi 24 Jam Membuat transaksi anda nyaman bersama PPOB BRI |
|
| Aplikasi User Friendly Aplikasi yang mudah digunakan dan mudah dipelajari bahkan oleh orang yang awam komputer sekalipun |
|
| Beragam Pilihan
Biller Layanan pembayaran yang beragam mulai dari Listrik Pascabayar,ListrikPrabayar,Token,telkom,Multifinnce,PDAM T iket KAI dan akan terus bertambah layanan biller lainya |
|
Dapat menggunakan beragam jenis Printer, Deskjet/Inkjet/Laserjet maupun Dot Matrix |
|
| Pilihan Kertas A4/2 , A4/3 , A4/4 | |
| Free Biaya Pendaftaran Pendaftaran GRATIS sehingga dapat mempermudah anda untuk bisa memulai usaha jasa pembayaran online |
Syarat menjadi Agen KiosK PPOB BRI:
-
Perorangan/ Mikro/ Koperasi/ Badan Usaha
- Menyediakan perangkat / Peralatan yang dibutuhkan (PC, Printer,kertas)
-
Memiliki Koneksi internet ( Speedy, modem GPRS, CDMA, dll)
- Mempunyai rekening BRI (untuk pengisian saldo dan pentransferan fee / komisi transaksi loket
-
Mengisi Formulir Pendaftaran Online
-
Menyediakan saldo untuk keperluan transaksi,disesuaikan dengan kebutuhan anda (tidak ada saldo mengendap,selama saldo anda mencukupi anda tetap bisa melakukan transaksi jadi saldo bisa mendekati Rp,0,-)
- Gratis Biaya Pendaftaran pembukaan loket PPOB BRI
Tidak ada kata terlambat untuk
memulai bisnis ini...
TUNGGU APA LAGI!!!!
Segera daftar sekarang juga! Jangan sampai anda kehilangan KESEMPATAN
bisnis luar biasa ini ,pendaftaran GRATISS.......!!
TIP MENGHEMAT LISTRIK PRABAYAR
Tips Menghemat LISTRIK PRABAYAR
Tips Menghemat Energi
Terimakasih kepada Tuhan karena kita dilahirkan dan hidup di jaman modern seperti ini dimana kita bisa merasakan suasana nyaman dan hampir segala hal bisa dibuat praktis. Hal tersebut dimungkinkan karena energi listrik. Hampir segala kebutuhan kita tergantung oleh listrik yang dapat diubah menjadi energi-energi yang kita butuhkan misalkan cahaya dari lampu, panas dari dispenser, dingin dari AC, suara dari stereo set kita, dan lain sebagainya. Semua energi yang dikeluarkan tentu saja membutuhkan biaya, termasuk juga dengan energi listrik. Setiap bulan kita membayar untuk pemakaian energi listrik bulan yang lalu. Penghitungan pembayarannya berdasarkan tenaga listrik (watt) yang digunakan selama kurang lebih 720 jam dalam satu bulan (30hari x 24jam) atau disebut watthour yang diukur oleh peralatan yang disebut KWh (Kilo Watt hour) meter.Kiat Menghemat Energi Listrik di Rumah TanggaPrinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik di rumah tangga, antara lain :Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah Tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA.
Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat listrik, seperti: Menyalakan alat-alat listrik hanya saat diperlukan. Menggunakan alat-alat listrik secara bergantian. Menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga (produktif).
Memelihara peralatan listrik, sering melakukan pemeriksaan setiap peralatan listrik yang digunakan, karena usia pakai peralatan listrik juga menentukan tinggi rendahnya penggunaan energi listrik.
Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik
PENGHEMATAN ENERGI PADA PENERANGAN
Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.
Padamkan lampu pada siang hari.
Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.
PENGHEMATAN ENERGI PADA TATA UDARA
Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
Kontrol temperature dengan termostat.
Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.
Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.
PENGHEMATAN ENERGI PADA POMPA AIR
Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).
Gunakan pelampung air di penampungan.
Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.
Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian. Penyebabnya adalah sebagai berikut :
Relay tekanan ( pressure switch ) tidak bekerja.
Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.
Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.
PENGHEMATAN ENERGI PADA MESIN CUCI
Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.
Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.
Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.
Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.
PENGHEMATAN ENERGI PADA LEMARI PENDINGIN
Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.
Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.
Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.
PENGHEMATAN ENERGI PADA SETRIKA
Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).
Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik
Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.
Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.
PENGHEMATAN ENERGI LAINNYA
Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 – 22.00.
Gunakan Peralatan Listrik Hemat EnergiMatikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.
Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan
Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya
Minggu, 05 April 2015
TIP MULAI USAHA LOKET PPOB
** PENDAFTARAN GRATISSS ** TIP MULAI USAHA LOKET PPOB*
PPOB (payment point online bank) saat ini menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup diminati.Bagaimana cara membuka usaha loket PPOB agar aman dan berdaya saing berikut beberapa tip yang mungkin berguna bagi yang memulai usaha PPOB.
1. Sebelum bergabung pastikan anda bergabung dengan Provider PPOB atau agen yang dapat dipercaya. Saat ini bermunculan iklan yang berujung merugikan calon pengusaha loket PPOB. Carilah informasi provider resmi dari setiap Bank yang menyelenggarakan PPOB.
Kalau kesulitan mendapat info ini datang ke Bank terdekat yang menyelenggarakan PPOB untuk mendapat informasi Provider yang bekerjasama dengan bank tersebut.
2. Cari informasi Provider yang transaksinya Lancar (tidak banyak masalah) hal ini penting karena berkaitan dengan pelayanan kepada pelanggan. Tidak sedikit loket PPOB ditengah jalan pindah provider karena pusing dengan transaksi yang tidak lancar.
3. Jangan terjebak besarnya fee yang diberikan tapi ada persyaratan yang tidak dijelaskan di depan, sehingga fee yang diterima tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Untuk itu tanyakan secara detail.
4. Setelah buka loket kini saatnya merebut pelanggan ada beberapa tip agar pelanggan datang dan bertahan di loket kita:
a. Berikan pelayanan maksimal untuk pelanggan anda, perlakukan dengan pendekatan pribadi agar terjalin hubungan yang baik. Ini penting sebab kalau pelanggan sudah loyal kepada kita biapun ada loket baru di samping rumahnya masih akan bayar diloket kita. Silakan buktikan.
b. Kalau ada kolektor (pengepul) yang anda kenal dekati dan ajak untuk bayar diloket kita. Biasanya ada kompensasi silakan bicarakan. Kolektor merupakan pelanggan paling potensial saat ini.
c. Kertas struk yang ada logo Bank akan meyakinkan pelanggan kalau loket kita resmi, pastikan provider anda menyediakan kertas struk yang ada logo Bank penyelenggara.
d. Uang kembalian sering menjadi masalah bagi pelanggan, usahakan berikan uang kembalian sesuai dengan jumlahnya, untuk itu sediakan uang receh yang cukup.
Sementara itu yang bisa saya tulis, akan diupdate terus. Karena tulisan ini berdasar pengalaman dan realita lapangan semoga bermanfaat dalam menjalankan usaha PPOB
Langganan:
Postingan (Atom)

